Discussion of Logistics Cost Solutions for Cold Delivery and Distribution / Pembahasan Biaya Logistik untuk Pengiriman dan Distribusi Dingin

DISCUSSION OF LOGISTICS COST SOLUTIONS FOR COLD DELIVERY AND DISTRIBUTION

Fuel has been a long-standing issue in food and beverage shipping costs, accounting for 40-50% of total shipping costs. Furthermore, fluctuating fuel prices can drive up shipping costs, leading to fuel surcharges imposed by logistics companies. Furthermore, fluctuating logistics costs are closely related to government regulations and the provision of supporting infrastructure.

Many issues require appropriate solutions. This issue emerged during a meeting between energy experts. The use of electricity to power refrigerated logistics vehicles is a key issue in reducing logistics costs. Existing electrical systems will present both a challenge and an opportunity for the sustainability of the cold chain industry going forward. ARPI continues to advocate with government agencies to update regulations that support the accelerated growth of the cold chain industry.

The current fuel supply constraints require immediate solutions and management to ensure the smooth flow of chilled product shipments.

ARPI suggests the following solutions:

1. Increasing domestic fuel production.

2. Diversifying energy sources.

3. Efficient fuel use without compromising service quality.

4. Infrastructure development.

5. Demand management to utilize subsidies.

6. Development of fuel-efficient engine technology.

PEMBAHASAN SOLUSI BIAYA LOGISTIK UNTUK PENGIRIMAN DAN DISTRIBUSI DINGIN

Bahan Bakar Minyak telah menjadi isu lama dalam perhitungan biaya pengiriman makanan dan minuman yang diklaim dapat mencapai 40-50% dari total biaya pengiriman. Ditambah lagi dengan fluktuasi harga BBM yang dapat menaikkan biaya pengiriman yang menyebabkan adanya fuel surcharge yang ditetapkan oleh perusahaan logistik. Selain itu, fluktuasi biaya logistik erat kaitannya dengan peraturan pemerintah dan penyediaan infrastruktur yang mendukung.

Banyak permasalahan yang harus dicarikan solusi yang tepat. Isu ini muncul saat temu pendapat antara para pakar energi. Penggunaan listrik dalam menggerakkan kendaraan logistik berpendingin, menjadi salah satu isu penting dalam menekan biaya logistik. Sistem kelistrikan yang telah eksis digunakan akan menjadi sebuah tantangan dan peluang untuk keberlanjutan industri rantai dingin kedepan. ARPI terus mengadvokasi ke instansi pemerintah untuk mengupdate regulasi2 yang berpihak kepada percepatan pertumbuhan industri rantai dingin. 

Kendala psokan BBM yang sedang terjadi saat ini, harus segera dicarikan solusi dan penanganannya agar aliran pengiriman produk dingin tetap terjaga dengan baik.

ARPI mengisyaratkan solusi yang harus ditempuh:

1. Peningkatan produksi BBM dalam negeri.

2. Diversifikasi sumber energi

3. Efisiensi penggunaaan BBM tetapi tidak menurunkan kualitas layanan.

4. Pengembangan infrastruktur.

5. Pengelolaan permintaan di dalam memanfaatkan subsidi yang diberikan.

6. Pengembangan teknologi mesin yang hemat BBM