Berita Industri Cold Chain UMKM – SMEs Cold Chain Industry News

COLD CHAIN, NYAWA USAHA FROZEN FOOD

COLD CHAIN, NYAWA USAHA FROZEN FOOD (ditulis oleh BOE ARPI)

UKM frozen food adalah mereka yang bergerak dalam bisnis makanan dengan menggunakan udara dingin – beku sebagai pengawetnya, bisa berupa bahan mentah (daging, seafood, sayuran, buah, dan lainnya) maupun olahan. Katering, warung, dan kafe juga merupakan bagian dari rantai usaha frozen food yang membutuhkan teknik cold chain untuk mempermudah mengelola makanan dan minuman yang disimpan.

Mengapa frozen food makin berkembang?

Gaya hidup modern menuntut semuanya berjalan serba cepat sehingga kebutuhan manusia akan makanan dan minuman pun juga harus cepat saji. Pembekuan membuat penyajian makanan lebih mudah, tetap enak, tidak ada perubahan fisik berarti dan tidak ada nutrisi yang hilang. Teknik cold chain juga merupakan cara pengawetan makanan yang paling aman.

Rantai dingin – cold chain adalah bagian dari mekanisme pengawetan makanan yang membuat bisnis frozen food tetap eksis tanpa kendala mutu bahkan ancaman food safety. Cold chain adalah nyawa dari usaha makanan beku – frozen food. Memahami dan menjaga teknik cold chain akan meningkatkan omzet, demikian pula sebaliknya jika ada kegagalan penerapan teknik. Jangan biarkan bisnis frozen food dikuasai asing hanya karena UKM tidak sigap melihat perubahan.

Kita sering mendengar kalau bisnis frozen food membutuhkan investasi hingga milyaran rupiah. Ternyata dengan omzet yang tidak begitu besar UKM dapat memproduksi frozen food dengan menggunakan teknologi sederhana cold chain.

Poin penting dalam penerapan cold chain bagi UKM adalah :

  1. Teknologi tepat guna yang akan diterapkan untuk dapat menjaga mutu produk.
  2. Tetapkan jangkauan pasar yang dibidik untuk membuat platform rantai pasok dan rantai distribusinya yang terukur.
  3. Pemakaian aplikasi digital untuk mengembangkan pasar tujuan, dapat melalui jasa e-commerce ataupun market-place.
  4. Terus memperbarui konektivitas dalam menjalin kolaborasi usaha untuk pengembangan kedepan.

English Version :

COLD CHAIN, A LIFE BUSINESS OF FROZEN FOOD (written by ARPI BOE)

Frozen food SMEs are those engaged in the food business using cold – frozen air as a preservative, which can be in the form of raw materials (meat, seafood, vegetables, fruit, etc.) or processed. Caterers, stalls, and cafes are also part of the frozen food business chain which requires cold chain techniques to make it easier to manage stored food and beverages.

Why is frozen food growing?

Modern lifestyle demands that everything runs fast so that human needs for food and drink must also be fast food. Freezing makes serving food easier, remains delicious, there are no significant physical changes and no nutrients are lost. Cold chain technique is also the safest way of preserving food. Cold chain – cold chain is part of the food preservation mechanism that makes the frozen food business exist without quality constraints and even food safety threats. Cold chain is the life of frozen food business. Understanding and maintaining cold chain techniques will increase turnover, and vice versa if there is a failure in the application of the technique. Don’t let the frozen food business be controlled by foreigners just because SMEs are not ready to see changes.

We often hear that the frozen food business requires an investment of up to billions of rupiah. It turns out that the turnover is not that big, SMEs can produce frozen food using simple cold chain technology.

The important points in implementing cold chain for SMEs are:

  1. Appropriate technology to be applied to maintain product quality.
  2. Define the target market reach to create a scalable supply chain platform and its distribution chain.
  3. Use of digital applications to develop destination markets, through e-commerce or market-place services.
  4. Continue to update connectivity in establishing business collaborations for future development.

——————————————————————————————————————

SISTEM LOKER BERPENDINGIN UNTUK PENGIRIMAN PRODUK BUAH

PENGIRIM PARSEL ASAL POLANDIA MEMPERKENALKAN LOKER PRODUK BUAH YANG DIDINGINKAN

Loker berpendingin tempat Anda dapat mengumpulkan buah dan sayuran. Ini adalah salah satu konsep baru yang dikembangkan oleh perusahaan pengiriman paket Polandia, InPost. Mereka telah meluncurkan pilot serupa di Krakow dan Warsawa. Dengan ini, perseroan berharap bisa mendapatkan pijakan lebih lanjut di dunia belanja online. Loker ini sangat sukses di Polandia. Perusahaan juga memilikinya di lokasi strategis, seperti supermarket, di Inggris dan Italia. Ini berbeda dengan pengiriman ke rumah. Perusahaan memiliki satu tujuan utama. Mereka ingin lebih efisien dan lebih ramah lingkungan daripada para pesaingnya. Menurut CEO Rafal Brzoska, kurir mereka sekarang, tidak lagi harus menyeberang ke seluruh kota untuk mengirimkan paket ke rumah orang. InPost ingin mendaftarkan dirinya di bursa saham Amsterdam. Mereka akan berekspansi ke Belanda dan Belgia. Rafal mengatakan dia, bagaimanapun, pasti mengingatnya. Sumber: InPost, Trouw, IEX http://www.freshplaza.com (tanggal publikasi: Jum 15 Jan 2021).

POLISH PARCEL DELIVERER INTRODUCES REFRIGERATED FRUIT PRODUCE LOCKERS

Refrigerated lockers where you can collect your fruit and vegetables. This is one of the new concepts developed by the Polish parcel delivery company InPost. They’ve launched similar pilots in Krakow and Warsaw. With this, the company hopes to gain a further foothold in the online shopping world.

These lockers are very successful in Poland. The company also has them in strategic locations, like supermarkets, in the UK and Italy. This is different from home deliveries. The company has one primary objective.
It wants to be more efficient and greener than its competitors. According to CEO Rafal Brzoska, their couriers now, after all, no longer have to criss-cross the entire city to deliver packages to people’s homes.
InPost wants to list itself on the Amsterdam stock exchange. They are going to expand into the Netherlands and Belgium yet. Rafal says he’s, however, definitely keeping that in mind. Publication date: Friday, 15 Jan 2021
Source: InPost, Trouw, IEX, http://www.freshplaza.com